Pada Kamis, 28 Agustus 2025, demonstrasi besar-besaran berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Aksi ini melibatkan ribuan slot bet kecil buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya, yang menuntut transparansi kinerja dewan dan penolakan terhadap kenaikan gaji anggota DPR.
Tuntutan Massa
Para buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja menyampaikan beberapa tuntutan utama:
-
Penghapusan sistem outsourcing dan penolakan terhadap upah murah.
-
Kenaikan upah minimum pada tahun 2026.
-
Penolakan terhadap revisi Undang-Undang Cipta Kerja.
-
Perbaikan jaminan sosial dan kesehatan bagi pekerja.
-
Penegakan hak-hak buruh secara adil dan merata.
-
Penolakan terhadap kebijakan yang merugikan kelas pekerja.
Sementara itu, mahasiswa menuntut transparansi kinerja dewan dan penghapusan tunjangan fantastis anggota DPR. Mereka juga menyerukan reformasi kebijakan agar lebih berpihak pada rakyat.
Situasi di Lapangan
Aksi dimulai dengan massa buruh yang berkumpul sejak pagi hari. Situasi memanas ketika mahasiswa mulai berdatangan dan terjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang dianggap anarkis. Beberapa peserta aksi mengalami luka-luka dan sejumlah orang ditangkap.
Demo ini juga menyebabkan kemacetan parah di sekitar kawasan Senayan, dengan penutupan beberapa gerbang tol dan rekayasa lalu lintas.
Potensi Lanjutan Aksi
Jika tuntutan massa tidak dipenuhi, ada kemungkinan aksi serupa akan digelar kembali. Para demonstran menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat dan menuntut keadilan dari pemerintah dan DPR.
Demonstrasi di DPR mencerminkan ketegangan antara aspirasi rakyat dan kebijakan pemerintah. Tuntutan yang diajukan menekankan pentingnya transparansi, keadilan sosial, dan perlindungan hak-hak pekerja. Pemantauan dan dialog yang konstruktif diperlukan agar konflik sosial dapat diminimalkan dan aspirasi rakyat didengar dengan efektif.